Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin pesat di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif hingga dunia kesehatan. Para peneliti di Silicon Valley baru saja mengumumkan inovasi terbaru yang mampu meningkatkan efisiensi kerja hingga 40% lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Menurut Dr. Andi Wirawan, seorang pakar teknologi dari Universitas Indonesia, AI kini tidak hanya digunakan dalam analisis data tetapi juga membantu dalam pengambilan keputusan bisnis. "Dengan AI, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi pemasaran, mempercepat pengolahan data, dan bahkan meningkatkan pengalaman pelanggan," ujarnya.
Di tahun-tahun mendatang, AI diprediksi akan semakin terintegrasi dengan kehidupan manusia, mulai dari mobil otonom hingga asisten pribadi virtual yang lebih responsif. Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa perkembangan ini harus tetap diawasi agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti kehilangan lapangan kerja di sektor tertentu.
Diberitahukan kepada Mahasiswa Fakultas Hukum Dan Bisnis Prodi S1-Akuntansi angkatan 2019